Era Pemerintahan Aulia-Rendi, DPRD Kukar Harap Wilayah Hulu Kukar Tak Lagi Tertinggal
Anggota DPRD Kutai Kartanegara dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Taufik Ridiannur. (pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : DPRD Kutai Kartanegara mendorong pemerintahan Aulia-Rendi untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah hulu. Harapan ini disampaikan Anggota DPRD Dapil VI, Taufik Ridiannur, yang menilai konektivitas antar wilayah menjadi kunci penggerak perekonomian dan pemerataan pembangunan di Kukar.
Dirinya menyampaikan
harapan kepada Bupati dan Wakil Bupati Kukar terpilih, Aulia Rahman Basri dan
Rendi Solihin, untuk lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur di wilayah
hulu Kukar.
Diketahui sebelumnya Aulia
Rahman Basri dan Rendi Solihin dilantik pada Senin (23/06/2025) dengan membawa
visi Kukar Idaman Terbaik.
Dengan latar belakang
Bupati Kukar terpilih pada periode 2025-2030
yang berasal dari Kota Bangun dinilai memiliki ikatan emosional yang
kuat dengan kawasan hulu.
Hal ini menjadi
alasan kuat bagi Taufik untuk berharap bahwa tujuh kecamatan di wilayah
tersebut Kota Bangun, Kota Bangun Darat, Muara Muntai, Muara Wis, Kenohan,
Kembang Janggut, dan Tabang tidak lagi tertinggal dalam pembangunan.
“Wilayah hulu jangan
sampai jadi anak tiri. Kami berharap pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di
wilayah tengah dan pesisir,” ujar Taufik saat dikonfirmasi awak media Kamis
(26/06/2025) via telepon.
Politisi PDI
Perjuangan ini juga menekankan pentingnya kesinambungan pembangunan serta
sinergi antara legislatif dan eksekutif agar pelayanan kepada masyarakat
berjalan optimal.
Dirinya juga
menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur jalan sebagai kunci utama
membuka potensi ekonomi masyarakat hulu.
“Potensi sektor
pariwisata, perikanan, pertanian, dan perkebunan sangat besar. Tapi semuanya
terhambat oleh minimnya akses jalan yang memadai. Ini yang harus jadi perhatian
utama pemerintah ke depan,” jelasnya.
Taufik juga
mencontohkan keberhasilan Desa Muara Enggelam di Kecamatan Muara Wis yang
dikenal sebagai desa di atas air dan memiliki BUMDes berprestasi di tingkat
nasional.
Namun, keberhasilan semacam itu tidak akan berkembang maksimal tanpa dukungan infrastruktur konektivitas yang baik.
“Infrastruktur jalan
adalah urat nadi masyarakat. Kalau itu dibenahi, ekonomi akan ikut tumbuh,”
pungkasnya. (Adv/Tan)